Kita memahami demokrasi dan hukum sebagai instrumen yang paling maju dan kuat untuk menengahi konflik kepentingan politik menjelang pilkada di Aceh saat ini. Tak ada jalan lain selain mengegakkan demokrasi dan menjalankan hukum. Meski kepentingan politik menuntut kita mencari celah-celah diantaranya.

Partai Rakyat Aceh
Tahun 2011 telah menandai babak baru dari manifestasi pertarungan politik di Aceh dalam menentukan masa depan seluruh rakyat Aceh. Penegakan demokrasi dan hukum di Aceh, benar-benar sedang menghadapi tantangan yang sangat besar.
Manisfestasi bloking politik tersebut tidak hanya terlihat pada usaha keduanya untuk memenangkan kandidatnya pada pilkada Aceh 2012. Secara substansi, bloking politik tersebut telah menunjukkan perbedaan yang sangat tajam, antara blok politik pro demokrasi dan blok politik konservatif. Kenyataanya tersebut, telah memaksa kembali sebagian besar rakyat Aceh terseret dalam dua arus besar blok politik itu. Lanjut Baca »